BERITA MAHASISWA 12 October 2026 • 9 dibaca

Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Ikuti Sakura Science Program 2026 di Jepang

Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Ikuti Sakura Science Program 2026 di Jepang

FT.UNISMUH.AC.ID, KANAZAWA, JEPANG — Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengikuti Sakura Science Program 2026 di Kanazawa, Jepang, pada 12–18 Oktober 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan sains dan teknologi melalui pembelajaran laboratorium, praktik perakitan instrumen analisis, serta kolaborasi internasional bersama Kanazawa Institute of Technology (KIT).

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Ayu Andini, Baso Ichwan Nasir, dan Ahmad Riyadi. Berdasarkan dokumen program, ketiganya ditempatkan dalam tiga tim yang juga melibatkan peserta dari SP dan mahasiswa KIT. Pembagian tim ini menjadi bagian dari kegiatan kolaboratif yang mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara.

Program bertema “Build, Measure, and Bring It Home” tersebut berfokus pada pembelajaran kimia analitik melalui penerapan sains dan rekayasa. Peserta diarahkan untuk mengembangkan instrumen analisis portabel dengan memanfaatkan *Light Emitting Diode* (LED), sensor cahaya, dan mikrokontroler, sekaligus menyiapkan wadah perangkat dan panduan penggunaan agar instrumen dapat digunakan secara praktis.

Tiga Mahasiswa Terlibat dalam Kolaborasi Lintas Negara

Keterlibatan Ayu Andini, Baso Ichwan Nasir, dan Ahmad Riyadi menjadi bagian dari partisipasi Fakultas Teknik Unismuh Makassar dalam program pembelajaran sains dan teknologi di Jepang. Ketiganya bergabung dengan peserta dari SP dan KIT dalam susunan tim yang dirancang untuk mendukung pelaksanaan proyek bersama.

Dalam dokumen pembagian tim, Ayu Andini tercatat sebagai anggota Tim 1, Baso Ichwan Nasir pada Tim 2, dan Ahmad Riyadi pada Tim 3. Setiap tim juga melibatkan mahasiswa KIT serta peserta lainnya, sehingga kegiatan memungkinkan interaksi dan kerja sama antarpeserta dengan latar belakang berbeda.

Program ini tidak hanya berisi pengenalan teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik melalui eksperimen, pengembangan perangkat, pengambilan sampel, dan penyampaian hasil proyek. Melalui rangkaian tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami hubungan antara konsep sains, teknologi sensor, dan proses rekayasa dalam pengembangan instrumen analisis.

Mengikuti Eksperimen Laboratorium hingga Perakitan Instrumen

Rangkaian kegiatan di Kanazawa diawali dengan seremoni penyambutan, registrasi, dan orientasi di lingkungan KIT. Pada 13 Oktober 2026, peserta mengikuti kunjungan fasilitas laboratorium di departemen kimia serta eksperimen sederhana spektrofotometri.

Peserta juga mendapatkan pengalaman analisis menggunakan sistem *flow injection analysis* dan mempelajari dasar-dasar pengukuran berbasis sensor. Kegiatan ini memperkenalkan penggunaan instrumen dalam proses analisis kimia dan pengukuran sampel.

Pada 14 Oktober, kegiatan berlanjut dengan praktik perakitan spektrometer menggunakan mikrokontroler, sumber cahaya, dan sensor. Peserta juga mempelajari perancangan wadah instrumen serta penerapan perangkat untuk mengukur polutan.

Selanjutnya, pada 15 Oktober, peserta mengikuti kegiatan di laboratorium fabrikasi Yumekobo untuk membuat wadah perangkat dan menyusun petunjuk penggunaan. Pada hari yang sama, peserta dijadwalkan melakukan pengambilan sampel air di tiga lokasi di Kota Kanazawa sebagai bagian dari pembelajaran lapangan.

Rangkaian praktik dilanjutkan pada 16 Oktober dengan penyelesaian wadah instrumen, penyempurnaan panduan penggunaan, dan pengukuran percobaan. Tahapan ini ditujukan untuk menghasilkan instrumen analisis portabel yang telah dirakit secara lengkap beserta panduan pengoperasiannya.

Presentasi Proyek dan Pertukaran Pengalaman Akademik

Selain mengikuti kegiatan laboratorium dan lapangan, peserta juga memperoleh kesempatan berinteraksi dengan mahasiswa KIT melalui tur kampus dan kegiatan bersama. Interaksi tersebut menjadi bagian dari pengalaman akademik lintas negara selama program berlangsung.

Pada 17 Oktober 2026, peserta mempersiapkan bahan presentasi yang mencakup salindia dan materi pendukung untuk menyampaikan hasil proyek. Setiap tim dijadwalkan mendapatkan waktu 20 menit dalam sesi *Project Results Meeting* untuk mempresentasikan hasil pekerjaan dan memperoleh masukan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan seremoni penutupan, penyampaian sambutan dari perwakilan KIT, Sakura Science Program, dan mahasiswa Unismuh, serta penyerahan sertifikat dan kegiatan jejaring.

Sebelum kembali, peserta juga dijadwalkan mengunjungi National Science Museum di Ueno, Tokyo, pada 18 Oktober 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memperluas perspektif mengenai perkembangan sains dan teknologi serta hubungan antara kerajinan tradisional Jepang dan teknologi modern.

Dilanjutkan dengan Evaluasi Hasil Program

Setelah rangkaian kegiatan di Jepang, Sakura Science Program 2026 dijadwalkan berlanjut melalui sesi daring pada 31 Oktober 2026. Agenda *Project Outcome Presentation and Review Session* disiapkan sebagai forum untuk mempresentasikan hasil proyek dan meninjau pengalaman pembelajaran yang diperoleh peserta.

Partisipasi tiga mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Makassar dalam program ini menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman akademik, mengenal penerapan teknologi instrumentasi, serta berkolaborasi dengan mahasiswa dan institusi pendidikan di Jepang.

Melalui keterlibatan dalam eksperimen laboratorium, perakitan instrumen, pengambilan sampel air, dan presentasi proyek, program ini menyediakan ruang pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa dalam bidang sains terapan dan rekayasa serta mendukung pengembangan kompetensi di lingkungan Fakultas Teknik Unismuh Makassar.

Bagikan: Facebook Twitter WhatsApp