Kemahasiswaan BERITA 16 October 2026 • 130 dibaca

Seminar Architecture AFX 2026 Bahas Peran Arsitektur dalam Pembangunan Kota Berkelanjutan

Seminar Architecture AFX 2026 Bahas Peran Arsitektur dalam Pembangunan Kota Berkelanjutan

FT.UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Himpunan Mahasiswa Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar (HMA-FT Unismuh Makassar) menyelenggarakan Seminar Architecture dalam rangkaian kegiatan Architecture Festival Exhibition (AFX) 2026 di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat, 16 Oktober 2026. Mengusung tema “Humanizing Sustainable Development”, seminar ini menjadi ruang diskusi mengenai peran arsitektur dalam mewujudkan pembangunan kota masa depan yang berkelanjutan, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Wakil Dekan IV Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Dr. Alamsyah, S.Pd.I., M.H. Seminar kemudian berlangsung setelah pelaksanaan salat Jumat, dipandu oleh moderator Ir. Andi Yusri, S.T., M.T.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang profesi dan keahlian yang berbeda, yakni Ar. Muhammad Karyadi, S.T., M.T., IAI., Wakil Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Sulawesi Selatan; Dr. Ir. Ar. H. Muh. Fuad Azis DM, S.T., M.Si., IAI., IAP., Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar; serta Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si., dari Majelis Lingkungan Hidup PWM Sulawesi Selatan.

Pembahasan terbagi ke dalam tiga sesi, yaitu Architecture Sustainable Future, Spatial Planning Policy and Law, serta Environmental Innovation. Ketiga topik tersebut menghadirkan perspektif yang saling melengkapi dalam menjawab tantangan pembangunan perkotaan, mulai dari perancangan arsitektur berkelanjutan, kebijakan dan regulasi penataan ruang, hingga inovasi lingkungan.

Salah satu gagasan utama yang mengemuka dalam seminar ini adalah pentingnya kemampuan arsitek dan perancang untuk menghasilkan inovasi kreatif dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. Arsitektur tidak hanya dituntut menghasilkan bangunan yang memiliki nilai estetika dan fungsi, tetapi juga mampu merespons persoalan lingkungan, kebutuhan masyarakat, serta dinamika perkembangan kota.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar, Ir. Muhammad Syafaat S. Kuba, S.T., M.T., IPM., menekankan pentingnya kegiatan akademik yang menghubungkan pengetahuan di bangku kuliah dengan persoalan nyata dalam pembangunan. Mahasiswa arsitektur diharapkan memiliki wawasan yang luas, pemikiran kritis, dan kepekaan terhadap lingkungan serta kebutuhan masyarakat dalam merancang ruang dan bangunan.

Ia juga mendorong agar kegiatan seperti Seminar Architecture AFX 2026 menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif, mengembangkan kreativitas, serta memahami bahwa arsitektur tidak hanya berkaitan dengan perancangan bangunan, tetapi juga menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dukungan terhadap kegiatan akademik semacam ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Teknik dalam mendorong lahirnya calon arsitek yang inovatif, berintegritas, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Ketua Umum HMA-FT Unismuh Makassar, Muhammad Hizbullah, menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai tanggung jawab profesi arsitek. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami arsitektur sebagai proses merancang bangunan, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan solusi kreatif yang berdampak positif bagi masyarakat dan keberlanjutan kota.

Sementara itu, Ketua Panitia AFX 2026, A. Muh. Rayhan Abbas, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan gagasan akademik dengan pengalaman praktis di bidang arsitektur dan pembangunan perkotaan. Seminar diharapkan menjadi ruang belajar dan bertukar gagasan bagi peserta, sekaligus mendorong lahirnya perspektif baru dalam merancang lingkungan binaan yang lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Penyelenggaraan Seminar Architecture menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian AFX 2026 yang diselenggarakan oleh HMA-FT Unismuh Makassar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan cara pandang yang lebih kritis dan kreatif terhadap tantangan arsitektur masa kini, sekaligus mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan kota yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Bagikan: Facebook Twitter WhatsApp